Rinta baru saja selesai menjemur pakaiannya dan berbincang dengan salah seorang tetangga kosnya. Minggu pagi yang cerah, Rinta mendapatkan libur. Dia berencana ingin menghabiskan waktu di kosan dan menelepon neneknya. Gadis itu begitu merindukan sang nenek yang sangat dia sayangi itu. Satu-satunya keluarga yang secara harafiah masih dia miliki. Jangan menyebut soal ayahnya, mungkin raga lelaki itu masih ada di dunia ini tapi Rinta sudah menganggapnya mati, tepat di hari dimana Rinta bertemu dengannya malam itu di acara makan malam. Jujur saja, sebelum hari itu, Rinta masih selalu memiliki sedikit harapan bahwa ayahnya akan kembali. Tapi tidak lagi, semua sudah berakhir. "Da-da," ucap Rinta sambil menggoyangkan tangan melambai pada balita yang tengah digendong dan disuapi oleh tetangga ya

