Chapter 22

1023 Kata

"Hari ini pemilik baru akan tiba, dan secara resmi saya sudah tidak menjadi bagian dari tempat ini lagi," ucap Bu Ane sambil menatap mengelilingi ruangan itu melalui matanya. "Banyak kenangan di setiap sudut bangunan ini, saya ingat ketika tempat ini masih kecil dan pelanggan belum banyak, dan saya masih mendesain setiap potong pakaian dengan kedua tangan saya sendiri." Ada air mata yang menggenang. "Saya harap kalian bisa menjaga butik ini dengan baik, terutama kalian yang sudah lama bekerja dengan saya. Saya titip tempat ini," ucapnya dengan suara bergetar. Bu Ane menarik napas panjang sambil menengadahkan wajahnya, menahan agar air mata itu tidak luruh. "Kalau saja keadaan tidak memaksa saya melakukan ini semua, kita pasti masih bersama-sama, tapi semua itu diluar kuasa saya." "Bu .

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN