"kamu kenapa kelihatan sedih begitu?" Bara menelisik raut wajah Rinta yang sedikit murung. Sejak dia menjemputnya dari tempat kerjany tadi, wajah Rinta sudah tertutupi mendung. Gadis itu tersenyum tipis dan menggeleng. "Nggak kenapa-kenapa kok, Mas." "Kamu jangan bohong, aku tau pasti ada sesuatu, apa karena cowok kemarin itu?" Bara kembali menelisik sorot mata Rinta yang mendadak membola. Rinta menggeleng dengan cepat, gadis itu membentulkan letak duduknya. Ada perasaan yang tak nyaman setiap kali hal yang membuatnya teringat pada Andro. Mereka berdua tengah duduk di salah satu outlet waralaba yang menjual ayam goreng tepung, Rinta bahkan belum sempat menyentuh menu di atas bakinya. "Lalu?" Bara juga belum menyentuh makanannya. Tak bisa dipungkiri, rasa penasaran dan keingintahuan b

