"Tunggu ...." Andro meraih lengan Rinta yang hendak menjauh. Dia menahan agar gadis itu tak pergi. Rinta terpaksa berhenti, gadis itu lantas menoleh menatap lengannya yang masih berada pada genggaman tangan Andro, tanpa mengucapkan apa pun. Andro yang menyadari kemana arah tatapan Rinta, dengan gegas melepaskan tangannya. "Kamu habis menangis?" Tanya Andro menatap wajah Rinta yang terlihat sangat sembab. Sesungguhnya Rinta tak ingin meladeni Andro, hatinya terlalu lelah dengan semua ini. Namun saat ini, di tempat ini, Andro adalah bosnya. "Kenapa bapak ada di sini? Bukankah ini area toilet karyawan." Alih-alih menjawab tanya Andro, Rinta memilih pertanyaan lain untuk lelaki itu. Andro sedikit gelagapan sekarang, tak mungkin dia mengatakan bahwa sejak tadi dia mengawasi Rinta, dan men

