Chapter 39

1127 Kata

"Masuk," perintah Andro pada Rinta yang masih mematung di luar mobil. Tepat di depan pintu samping penumpang. Lelaki itu berbicara sambil melongokkan kepalanya dari kursi kemudinya. Rinta ragu saat tangannya ingin meraih pintu tersebut. Ada banyak kenangan antara dirinya dan Andro di mobil ini. Mobil yang dahulu setiap harinya dibawa Andro untuk menjemputnya dari tempat kerja, mobil yang dahulu Andro gunakan membawanya jalan-jalan kemana saja. "Rinta, saya bilang masuk." Andro sedikit menaikkan nada bicaranya. "Ehh, i-iya, Pak. Maaf," sahutnya gugup, lantas segera menarik handel pintu itu dan masuk ke dalam, tepat di sisi Andro. Kursi yang sama, dengan aroma yang masih sama. Ingatan gadis itu kembali ke masa-masa indah ketika dia tak mengetahui apa pun selain cintanya dan Andro saja.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN