"Rinta, kamu ada di sini juga? Kebetulan sekali, iya kan, Ndro?" Tanya Claudia dengan mata berbinar. Rinta menunduk dan tersenyum canggung. "I-iya, Bu. Kebetulan sekali." Kedua wanita itu masih dapat bicara basa-basi, tapi tidak dengan kedua pemuda yang tepat berada di sisi mereka masing-masing. Mata Andro menatap tajam ke arah Bara, yang dibalas dengan tatapan yang tak kalah tajamnya. Tak ada raut gentar di wajah Bara, meski jelas-jelas aura permusuhan terasa begitu kental di sana. "Rinta, itu siapa? Pacar kamu?" Tanya Claudia lagi. "Eh?" Rinta tergagap, sadar dengan situasi yang canggung dan tak nyaman. Dia menyenggol lengan Bara yang sejak tadi saling tatap dengan Andro, seolah ingin saling menghabisi satu sama lain saat itu juga. "Eh, Mas, kenalin. Ini Bu Claudia dan Pak Andro. M

