17. Tidak Terduga

1181 Kata

~DANIYAL~ Gilang mendatangi ruangan gue tanpa permisi seperti biasanya. Dia terlihat tergesa-gesa dan seperti bingung mau memulai dari mana penjelasannya.  "Barusan sekretarisnya Pak Luthfi telepon. Katanya beliau meminta Mas Dani untuk menghadap," ujar Gilang. “Kapan?” “Secepatnya. Tapi Pak Luthfi sibuk sampai weekend ini. Hari Sabtu pagi ada jadwal golf. Mas Dani diminta untuk menemani," jelas Gilang takut-takut.  "Eh, mana bisa? Kenapa nggak hari kerja aja ngadepnya? Sekarang juga nggak masalah," protes gue.  "Maaf, Mas. Saya tadi sudah coba nego seperti itu sampai bawa-bawa kontrak kerja segala. Tapi Pak Luthfi tetap nggak bisa." Gue mengusap wajah. Bapak Luthfi kalau sudah bikin titah, cuma presiden yang bisa menyanggah. Akhirnya gue cuma bisa nyuruh Gilang membatalkan tiket pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN