74. Obrolan Faedah vs Unfaedah

1671 Kata

~DANIYAL~  “Waduh, disamperin calon manten. Bakal laris manis kafe gue…” Gue yang sedang mengetik pesan untuk Upik, mengabarkan kalau sudah sampai Jakarta dan sekarang sedang berada di kafenya Sagara, sontak mengangkat wajah dan tertawa kecil menanggapi ucapan orang yang menarik sebuah kursi berhadapan dengan gue.  “Lo kira gue bawa pelet penglaris?” balas gue.  Gantian Sagara yang tertawa menanggapi jawaban gue. Gue meletakkan handphone di atas meja setelah melihat tanda terkirim pesan tampil di layar ponsel gue. Mengambil toples yang belum gue tahu isinya apa. Setelah membuka tutupnya baru gue tahu isinya adalah kacang atom dan mengambil beberapa butir.  “Katanya vibesnya orang mau married itu mendatangkan rejeki,” ucap Sagara, meraih toples berisi kacang atom dan mengambil beberapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN