DESIRAN HALUS

1013 Kata
Ini semua sangat gila. Bahkan teramat gila. Athena semakin menggila saja, entah apa yang merasuki gadis itu. Hades menggeleng, walau hatinya menghangat. Logika memaksanya untuk menjauhi Athena. Dia belum siap untuk menjalin kedekatan dengan wanita mana pun. Ya, aku gak bisa. Maaf, Athena. Hades membatin. Sudah beberapa hari ini Hades berusaha menghindari Athena. Gadis itu tak pantang menyerah, entah terbuat dari apa hatinya. Di kampus sudah selayaknya main kucing-kucingan. Saat jadwal kelasnya bertemu dengan Athena, sebisa mungkin Hades tak memandang gadis itu. Bahkan ketika Athena secara terang-terangan memanggil namanya, Hades mengalihkan dengan hal apa saja. Asalkan tidak dengan Athena. Hades mencuri start keluar kelas saat jam pelajaran berakhir. Entah itu berpura-pura menegur seorang dosen lainnya atau bersembunyi di sembarang tempat. Setitik rasa kasihan muncul di benak pria berusia 30 tahun itu. Melihat Athena celingukan mencari keberadaannya. "Na, lo beneran naksir dosen baru itu?" Hades melihat gadis yang dia ketahui bernama Irish itu mendekat ke arah Athena. Dia ikut celingukan mengikuti Athena. "Iya. Gue klik ke dia, Rish." Hati Hades kembali berdesir. Matanya terpejam. Ujian macam apa ini, rutuk batin Hades. "Jangan bercanda, Na. Hubungan lo sama Ryan gimana?" Athena terpaku. Tatapannya beralih pada wajah oval Irish. "Lo tahu dia hilang kabar berbulan-bulan." "Lo gak jadiin Pak Hades pelarian, kan?" Iris mendelik, menatap sahabatnya penuh selidik. "Lo masih pacarnya Ryan, Na." Hades yang mendengar percakapan mereka mendadak mengepalkan tangan. Ada gejolak aneh dalam hatinya. Tak mau kembali mendengar percakapan itu, Hades keluar dari persembunyiannya. Masa bodoh jika harus bertemu dengan Athena. "Gue—" "Itu Pak Hades, Na." Iris menunjuk tepat ke belakang Athena. Gadis berkaus jingga itu berbalik. Mengejar Hades secepat mungkin. Irish pun mengikuti jejak Athena. "Om, tunggu." Hades tetap berjalan, dia berpura-pura melihat jam yang melingkar di tangan. "Om, tunggu. Om ke mana aja beberapa hari ini," ujar Athena sedikit tersenggal. Namun, Hades mengabaikannya. "Om! Aku sedang bicara." Athena memberanikan diri mencekal lengan Hades. Tatapan mereka bertemu, hati Hades berdesir saat melihat sorot mata yang diselimuti air mata itu. Jantungnya berdegup semakin kencang, ingin rasanya keadaan ini cepat berakhir. "Om, kenapa terus menghindar?" Athena perlahan mengendurkan pegangannya. Hatinya dirundung pilu, entah karena dijauhi Hades atau karena kabar Ryan yang telah menghilang beberapa bulan terakhir ini. "Saya sibuk, permisi." Hades melangkah meninggalkan Athena. Namun, tiba-tiba Athena berkata. "Om, aku suka kamu!" Langkah Hades terhenti. Untuk sesaat dia menahan untuk tidak menoleh ke belakang. "Om ...." "Tolong jauhi saya. Kamu sudah melangkah terlalu jauh. Ingat batasan antara dosen dan mahasiswinya." Hades lebih memilih menuruti logikanya. Kembali berjalan menjauhi Athena. Kali ini dia merasakan Athena diam dan tak mengejarnya lagi. Dia terus berjalan, berbelok ke arah koridor lain dan menghilang dari pandangan Athena. Sesaat kemudian Irish mendekat. Dia ragu-ragu untuk menegur sahabatnya. "Na." Athena bergeming. Dia menatap kosong ke arah kepergian Hades. "Na, yang sabar. Lo harus ceritain semuanya sama gue." Athena menggeleng, lalu berjalan meninggalkan Irish yang masih berdiri di tempatnya. Athena tak mengerti, kenapa sikap Hades berubah beberapa hari ini. Dan lagi, Ryan. Mengapa dia kembali setelah kepergiannya. Athena mendesah pelan, dia duduk di bangku taman sekitar kampus. Rasa itu telah pergi jauh, Ryan bukan lagi yang Athena damba sekarang. Ryan telah mati di dalam hatinya, telat setelah kepergiannya yang tanpa kabar. Cinta memang aneh. Datang tanpa diundang tanpa disangka. Tak peduli kepadaa siapa pun, jika mau ... rasa itu muncul dan bisa berakar hingga ke dasar hati. Cinta kadang membuat logika orang berubah, sungguh maha dasyat fitrah itu. Athena beranjak, tangannya membetulkan tas slempang yang dia pakai. Berjalan di bawah teriknya sinar mentari. Langkahnya terhenti, dia melihat Hades masuk ke mobil, Athena hendak mengejar namun sesaat kemudian mobil hitam itu melaju meninggalkan area parkir kampus. *** Semakin Hades menjauh, semakin batinnya terada ngilu. Semakin terasa kekosongan hati karena kehilangan gadis yang selalu mengikutinya ke mana pun. Athena sudah hadir di hari-harinya selama beberapa minggu ini. Memberinya warna baru dalam kelamnya tahun-tahun Hades selama ini. Benar kata orang, manusia tak akan bisa menahan rasa rindu. Apalagi pada mereka yang terasa begitu spesial. Hades tak bisa lagi mengingkari, dia ingin mendengar suara Athena. Sudah beberapa hari mereka tak bertegur sapa, Hades sengaja izin dengan alasan urusan keluarga. Nyatanya, dia tidak bisa lagi bersembunyi. Dia butuh kehadiran Athena. Pagi ini, Hades sudah bersiap berangkat ke kampus. Dia begitu menawan dengan kemeja abu-abu dan celana bahan berwarna hitam. Hades mematut di depan cermin beberapa kali, melihat apakah penampilannya sudah pas dan necis. Hawa segar udara di pagi hari menyambut saat dia membuka pintu. Dia siap kembali beraktivitas, siap bertemu dengan Athena. Jalanan macet terasa begitu menjengkelkan, padahal jarak rumahnya dengan kampus tidaklah jauh. Hades terus menggerutu, belum pernah dia tak sesabar ini. Senyuman Athena menari-nari di pelupuk mata, suara cemprengnya terasa berbisik di daun telinganya. Hatinya kembali berdesir. Dia mengumpat pelan, hanya dengan memikirkan Athena saja jantungnya berdisko. Setelah beberapa saat, mobil Hades sudah masuk ke area parkir di sekitar kampus, dia mengambil kacamata hitam yang berada di dasboard dan memakainya. Hades turun, dan berjalan penuh percaya diri. Dalam pikirannya, bagaimana dia harus bersikap saat bertemu Athena nanti. Hades merasa kembali muda, kembali merasakan getar-getar kasmaran saat seperti dulu kepada Yasmin, bahkan lebih besar. Beberapa mahasiswa dan mahasiswi menyapa, Hades hanya mengangguk dan tersenyum. Di balik kacamata hitam, Hades mencari sosok gadis yang menhantuinya siang dan malam. Dia terus berjalan, biasanya Athena ada di kantin. Hades berbelok menuju tempat kongko para mahasiswa, hingga sepasang netranya melihat Athena tengah duduk berhadapan bersama seorang pria. Sangat jelas pria yang membelakangi Hades menggenggam jemari Athena. Sialnya Hades semakin meradang saat Athena diam saja, walau wajahnya menunduk tanpa ketertarikan. Hades terbatuk, Athena mendongak. Mata mereka beradu pandang beberapa saat, dan spontan Athena melepaskan tangannya dari pria di hadapannya. "Om ...." Hades melengos pergi. Dia menyesal kenapa harus masuk ke kampus sebelum masa cutinya habis, beginilah akhirnya. Hades tak tahu, mengapa dia semarah itu saat Athena bersama pria lain. Dia juga menampik kenyataan jika dirinya saat ini cemburu. Hades berhenti sejenak. Menoleh ke belakang, Athena tak ada. Kehampaan kembali mengisi hati, kakinya memaksa pergi menjauh dari kantin. Aku tidak cemburu, dia bukan orang spesial untukku. Elak batin Hades.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN