Bab 27

1348 Kata

Aku ke supermarket dua puluh empat jam, pada jam Sembilan malam. Bagus sekali. Aku pun mulai mencari mie instan favoritku, dan mungkin beberapa cemilan serta soda untuk persediaan. Kulkasku sudah kosong sekali. Kalau mamaku lihat, aku pasti dimarahi dan dia akan mengisi kulkasku dengan lauk-pauk yang ia masak.             Jika kulkas kosong, dia mungkin mengira aku tidak makan sama sekali. Saat aku mau mengambil mie instan, tanganku bersentuhan dengan seseorang. Setelah kami saling tatap, aku pun dengan cepat menarik tanganku. “Lo ngapain di sini?”              Kenapa aku bisa bertemu dengannya lagi, sih?             “Belanja. Apa nggak boleh?” Rio terdengar sangat dingin. Astaga, aku nyaris membeku mendengarnya. “Lo juga belanja?”             “Iya, lah. Lo pikir, gue ngapain ke supe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN