Aku berjalan menuju restoran dengan gugup. Apa yang harus aku katakan nanti, ya? Sesampainya di restoran, aku melihat Andra sudah menungguku. Tapi … dia tidak sendirian. Siapa perempuan di sebelahnya? Apa itu Sandra? “Andien!” Andra melambaikan tangan ke arahku, aku mengangguk dan menghampirinya. “Hei, sorry telat.” Aku menyapa basa-basi lalu duduk di depan mereka. “Oh, ya. Andien, kenalin, ini Sandra,” ujar Andra tersenyum canggung. “Hei, gue Andien.” Aku mengulurkan tangan, dan Sandra menjabat tanganku. “Sandra, Kak.” Oh, suaranya manis sekali. “So? Dia siapa, Ndra?” tanyaku penasaran. Tidak, aku tidak cemburu. “Kita pacaran.” Aku melebarkan mataku. “Sejak kapan?”
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


