Andra tidak menjengukku hari ini. Padahal hari sudah mulai gelap. Aku merasa sudah lebih baik, aku pun berjalan keluar kamar secara diam-diam. Rio sedang ke toilet, atau entahlah, aku tidak peduli. AKu mengambil kesempatan ini untuk mencari kamar Deeka. Kata Andra, kamar Deeka tidak jauh dari kamarku. Setelah aku melewati dua kamar, aku mengintip di kaca yang berada di pintu. Sepertinya kamar ketiga ini adalah kamar Deeka. Aku bisa mendengar suara Deeka yang sedang bertelepon dengan seseorang. Mungkin, Nara? Aku mengetuk pintu tiga kali, dan masuk secara perlahan. Deeka menoleh dan melebarkan matanya saat melihatku. “Hei, Deeka. Sorry ganggu.” “Kak A-andien? Kok Kak Andien di-di si-sini?” tanyanya terbata. Benar kata Andra, Deeka terlihat

