Bab 20

1519 Kata

Aku terus berjalan, mencari tempat yang sepi agar tidak ada orang lain yang mendengar kami. Kenapa kampusnya ramai sekali? Aku kan jadi bingung harus mengajak Andra ke mana.             Di saat aku mulai capek berjalan, Andra berdeham di belakangku. “Lo sebenernya mau ngajak gue ke mana, sih?”             “Kenapa kampus lo ramai banget? Gue cuma mau ngomong berdua sama lo.” Aku merengut kesal.             “Bilang dong dari tadi.” Andra mendengus geli. Entah apa yang lucu. “Sekarang, lo yang harus ikut gue.”             Aku mengernyit saat Andra berbalik badan dan berjalan cukup cepat. “Woy, tunggu!”             Kami berhenti di ruang musik. Andra masuk dengan santai, aku ikut menyusul dan mulai merasa takut karena ruangannya benar-benar sepi. Tidak ada siapa pun, kecuali kami berdua.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN