Tiga tahun kemudian, atau … hari ini, aku terus bergaya sesuai arahan Rio. Dia cerewet sekali. Lebih cerewet dari ibuku. "Yang lebih manis, Dien!" "Bawel! Foto aja yang becus." Rio tertawa, dan terus mengambil gambarku dengan kameranya. "Habis ini, mau makan di luar?" "Iya, di apartemen gue nggak ada makanan." "Oke, udah selesai. Ayo kita pergi." Rio membereskan kamera dan perlengkapan lainnya. Dia bahkan membawakan tas milikku. "Lo cocok jadi asisten gue." Aku terkekeh geli. "Gue bukan asisten lo." Rio menatapku malas. "Gue ini fotografer lo, oke?" "Tapi, lo selalu mau gue suruh-suruh. Yakin lo bukan asisten gue?" tanyaku geli. "Bukan. Gu

