Bab 18

706 Kata

Aku meminta Andra untuk tidak menjemputku malam ini. Aku menyuruhnya duluan ke sekolah. Untung saja, dia tidak curiga.                 Inilah hari yang aku tunggu-tunggu.                 Aku akan membuat Andra sadar, kalau tidak semua perempuan mudah termakan oleh rayuannya. Setelah merias wajahku lagi, aku ingin memesan taksi, tapi ... ternyata ada yang sudah menungguku di luar pagar.                 "Kenapa lo jemput gue?" tanyaku bingung.                 “Biar keliatan keren.”                 Aku memutar bola mataku, lalu membuka pagar. "Untung aja gue minta Andra nggak jemput. Bayangin, apa yang akan terjadi kalo dia juga ada di sini?"                 "Apa, ya?" Rio tertawa. Lalu membukakan pintu mobil untukku. "Silakan masuk, Nona."                 "Terima kasih."            

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN