Akhirnya, Rio mau menemaniku ke mall. Aku membawa semua uang tabunganku, demi misi rahasiaku ini. "Lo ngapain sih ke salon? Buang-buang duit aja." "Ini demi mematahkan hati Andra." Aku mengepalkan tanganku. "Lo serius bisa matahin hati Andra? Emangnya tega?" Rio meremehkanku lagi. "Nggak, sih. Tapi, ini demi kebaikan dia juga. Gue mau bikin dia sadar, kalo cewek itu bukan boneka yang bisa dibuang saat dia bosen." "Ada satu boneka yang nggak bisa Andra buang," ujar Rio tersenyum. "Chika." "Chika? Dia kan—" "Chika memang sepupu Andra. Tapi, Andra selalu gunain Chika buat bantuin dia ngedeketin cewek. Ngeyakinin cewek-cewek kalau Andra suka sama mereka dan sebagainya. Salah s

