Bab 9

829 Kata

Sejak aku mengerjakan tugas dengan Andra dan Chika tiga hari yang lalu, aku merasa kini mereka jadi lebih banyak mengobrol denganku. Contohnya pagi ini. Saat anak-anak datang, Andra tetap duduk di sebelahku dan mengajakku mengobrol soal adiknya yang sepertinya sangat lucu.                 Saat kelas mulai ramai, Andra terus bertopang dagu dan mengobrol denganku. Ini rasanya seperti keajaiban. Biasanya, dia akan langsung kembali ke mejanya dan pura-pura tidak mengenalku.                 "Deeka bangunin lo pagi ini pakai air seember? Really?" Aku mendengus geli. Wajah adiknya padahal terlihat sangat polos dan ceria.                 "Jangan tertipu dengan wajah polos malaikatnya, Dien. Dia tuh udah kayak setan yang terus menguji kesabaran gue."                 "Sabar, Andra." Aku terseny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN