Sepulang sekolah, Chika menyeretku ke mobilnya. Dia dijemput supir, dan katanya dia ingin mengajakku ke rumahnya. Tapi kali ini, dia tidak mau Andra ikut. Entah apa alasannya, tapi Andra terlihat tidak terima karena tidak diajak. "Kok gue nggak boleh ikut?" tanya Andra kesal. "Ini urusan cewek. Kalo lo mau ikut, lo harus jadi cewek dulu. Mau?" Andra menghela napas. "Ya udah, deh. Sana kalian pergi. Gue juga sibuk, kok. Bye." Aku tidak yakin Andra benar-benar sibuk. Wajahnya masih terlihat ingin ikut ke rumah Chika. Ia terus memandangku seakan memintaku untuk mengajaknya. Lucu sekali. "Bye, Andra!" Tapi sayangnya Chika membuka pintu mobil, mendorongku agar cepat masuk. Maaf, Andra. "Hati-h

