Berkat Chika, hari ini, aku merasa rambutku sangat halus saat disisir. Harum juga! Semoga Andra bisa melihat perubahanku sambil tersenyum. Ya, semoga dia tidak tertawa. "Wih, kayaknya ada yang habis ke salon, nih. Akhirnya sadar!" Rio menghadangku saat aku baru masuk kelas. "Minggir," ucapku ketus. "Nggak. Lo kesambet apa hari ini jadi lumayan cantik?" Rio tersenyum miring. "Ah, kesambet cintanya Andra, ya?" "Bacot." Andra ternyata sudah berdiri di belakang Rio. "Andien hari ini bukan lumayan cantik. Dia emang dari awal udah cantik. Kalo ngomong tuh, dipikir dulu." "Lo lagi-lagi belain dia, An? Astaga, lo kayaknya beneran mau balas dendam ya sama gue?" Balas dendam? "Ngaco

