Beberapa detik kemudian, Chika baru kembali bertanya ke Andra, "Jadi, lo mau ngajak siapa? Bukannya gue yang paling cantik, ya?" Chika menyengir lebar, membuat Andra memasang wajah mualnya. "Pede banget lo kayak adek gue, Chik." "Wah, gue merasa tersanjung dibilang mirip Deeka!" Chika tertawa begitu lepas. "Terserah, deh. Tapi, gue udah nemu cewek yang lebih cantik dari lo." "Really? Siapa?" Andra melirikku, lalu kembali melihat Chika. "Namanya Tasya. Nanti gue kenalin, deh." Ouch. Rasanya tiba-tiba seperti ada pisau yang menusuk-nusuk jantungku. "Tasya? Kok gue nggak pernah denger, sih? Serius dia cantik?" Andra mengangguk. "Iya. Secepatnya nanti akan gue

