BAB 50

956 Kata

Hening. Tidak ada suara yang keluar dari bibir mereka. Wanita itu hanya menundukkan tatapannya seraya menggenggam erat handphone miliknya. Sedangkan sang pria menatap nanar pada wanita itu. Wajahnya melukiskan rasa kecewa yang tak terbendung. Emosi seolah membakar hatinya menjadi hancur tak tersisa.  "Ciuman?" Suara pria itu terdengar pelan. "Bisa kau jelaskan padaku tentang ciuman brengsekk itu?" tanyanya seraya memicingkan tatapan.  "Itu terjadi begitu saja," gumam Kailen. "Maafkan aku …. "  "Itu artinya kau sudah memberiku jawaban," desis Roneice lalu bangkit dari atas sofa.  Bibir Kailen bergetar seolah ingin mengucapkan sesuatu. Tetapi dia hanya dapat menggigit bibirnya karena tidak bisa menjelaskan apapun. Ini memang kesalahannya. Kailen tidak bisa mengelak lagi.  "Ron …. " Kail

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN