Kailen tidak dapat bergerak sedikit pun ketika pria itu mendekatkan wajahnya. Adam berhenti sejenak saat bibirnya berada tepat di depan bibir Kailen. Pria itu tampak ragu untuk melanjutkannya, merasa cemas jika Kailen akan mendorongnya menjauh. Kailen menundukkan tatapannya sementara Adam hanya mengawasi. Perlahan Adam menarik wajah Kailen semakin mendekat. Ketika tidak merasakan perlawanan terhadap sikapnya, Adam langsung memejamkan matanya. Bibirnya kembali bergerak hingga dalam sekejap menempel pada bibir Kailen. Hanya ciuman sekilas. Adam langsung melepaskannya dari Kailen. Bola matanya semakin menggelap ketika menatap lekat sepasang mata yang terlihat indah itu. Kailen pun mengawasi tatapan Adam. Bibirnya terbuka seolah ingin menggumamkan sesuatu. Tetapi mulutnya tidak dapat men

