Satu setengah jam yang lalu … Kailen berdiri di tepi jalan untuk menunggu taksi yang melintas. Tetapi bukan sebuah taksi yang berhenti di depannya, melainkan sebuah mobil sedan berwarna putih pekat. Kening Kailen mengernyit melihat mobil itu terparkir di depannya. Kakinya bergerak beberapa langkah ke depan seolah memberi jalan pada sang pengemudi yang membuka pintu mobil. Dalam sekejap tubuh Kailen mematung menyadari sesosok pria yang berdiri di depannya. Ekspresi wajahnya menjadi gugup bercampur takut seperti maling yang tertangkap basah. Bukankah pria itu mengatakan sedang berada di Kanada? Lalu mengapa tiba-tiba berada tepat di hadapannya? Apakah selama ini Roneice berbohong? Tidak ada sapaan atau pelukan hangat darinya. Pria itu hanya mengawasi Kailen dari atas hingga bawah sebelu

