Perhatian Kailen teralihkan ketika mendengar nada notifikasi dari dalam tas. Dia merogoh tas dan mengambil ponsel. Matanya menatap lekat saat membaca isi pesan dari Adam. Namun Kailen menurunkan tangannya hingga terkulai lemah di atas pangkuan. Sorot matanya menampakkan kesedihan yang mendalam saat terpaku pada pemandangan jalanan kota. Kekecewaannya terhadap Roneice tak terbendung saat dua pria itu terus muncul di dalam pikiran. Mobil yang dia tumpangi semakin membawanya jauh dari mereka. Kailen tidak ingin membalas pesan Adam atau memikirkan ciuman konyol mereka. Dia pun tidak ingin mengingat pertengkarannya dengan Roneice satu jam yang lalu. Kailen ingin melepaskan semua beban itu di sini. Ya, dirinya tidak ingin membawa masalah ini sampai ke San Francisco. Ayahnya tidak boleh menge

