Wanita itu menatap nyalang ke arah mobil taksi yang semakin jauh. Wajahnya tampak berair dengan mata yang sembab. Bibirnya bergetar seolah ingin memanggil pria itu agar kembali. Tingkahnya jelas menarik perhatian beberapa orang yang berjalan melewatinya. Tetapi tak ada satu pun yang bertanya atau sekedar menyadarkan dirinya dari lamunan. Bahkan kejamnya ada salah satu dari mereka yang tanpa sengaja menabrak lengan wanita itu hingga membuat tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan. Kepalanya tertunduk dengan langkah lesu mulai meninggalkan tempat itu. Bayangan prianya sudah benar-benar menghilang meski sederetan kalimat yang terucap masih terngiang jelas di gendang telinga. Sebelah tangannya terangkat, mengusap kedua pipinya dengan kasar saat airmata tak berhenti merembes. Isakan tangis

