BAB 53

1212 Kata

Pria paruh baya itu menatap iba pada putrinya yang terbaring di atas tempat tidur. Meskipun sudah terlelap dengan bantuan alkohol, wajahnya masih tampak sembab. Menandakan jika dirinya dirundung kesedihan yang amat dalam. Bryan bangkit dari atas tempat tidur Kailen. Tangannya mengelus lembut helaian rambut putrinya. Dia menunduk lalu mengecup kening Kailen dengan penuh sayang sebelum meninggalkan kamar. Langkah kaki yang diseret itu terdengar jelas di dalam ruangan yang memiliki luas sekitar dua puluh tiga meter persegi tersebut. Suasana malam semakin larut hingga membuat kesunyian begitu pekat. Bryan berhenti di sofa lalu duduk di sana. Bola matanya melirik ke arah jarum jam yang menunjuk pada angka tiga lebih sepuluh menit. Helaan napas panjang keluar dari mulutnya saat matanya men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN