Apabila perempuan-perempuan itu datang kepadamu tersedu-sedu dan berkata: “Di mana bayi-bayi kami?” Maka, Kau, Ale, katakan bahwasanya bayi-bayi itu telah tumbuh baik di sebuah negeri yang dinding-dindingnya bersuara. Lalu apabila mereka masih tersedu-sedu dan berkata: “Kami ingin bertemu bayi-bayi kami. “Kau, Ale, katakanlah, mereka telah mengabdikan diri sebagai putra-putri Nalagon, yang kekuatannya seribu kali cahaya matahari. Danendra mengelus huruf bersambung yang timbul pada permukaan kertas pucat kekuningan itu. Ale? Siapa dia? Kemudian ia membuka halaman berikutnya. Ada gambar segitiga sama sisi yang digambar menggunakan tinta merah. Segitiga itu diapit oleh kelopak mata dan di tengah-tengah mata itu ada gambar api menyala. Di bawah gambar mata itu ada tiga garis patah-patah

