Bobi menyukai lagu itu. Lagu yang pernah ia dengar semasa kecil dari mulut seorang seniman jalanan di pusat kota Manhattan dan kemudian ia nyanyikan saat tiba di lobi hotel dan dalam penerbangan pulang. Saat itu musim gugur, seniman jalanan itu berdiri di atas guguran daun maple, dalam rona cahaya jingga kemerahan. Senja di Manhattan adalah hadiah ulang tahun Bobi yang kedelapan dari kedua orang tuanya. Di telinganya, pengamen itu seperti berteriak paraaaaah, dan Bobi menyanyikannya begitu, dalam aksen Indonesia yang kental. Ia pikir ada juga lagu barat yang memakai bahasa Indonesia dalam liriknya. Barulah ketika suatu hari ia coba mengetikkan kata papaparah di mesin pencarian internet, muncul nama Kenny Rankin dengan lagunya Silver Morning. Lagu itu kekal di dalam kepalanya. Kapan pun i

