"William," pekik Emilie saat melihat pria berwajah tampan dan jangkung itu berdiri diambang pintu. "Kenapa tidak bilang kalau kau akan datang hari ini?" Emilie segera menghempaskan tubuhnya ke dalam pelukan William. Dengan sigap William menahan tubuh Emilie, mencoba agar tidak tumbang meski tubuhnya sedang lemah. Emilie melepas pelukan dan menatap William dengan lekat. Pria itu melengos tapi dengan cepat Emilie berjinjit dan memegang rahang William dengan tangannya. "Kau sakit?" William memegang tangan Emilie dan menurunkan ke bawah. "Berhentilah bertanya seperti itu!" protes William. "Wajahmu pucat, kantung mata hitam dan …." Emilie memiringkan wajahnya ke satu sisi. "Rahangmu berbulu sekarang, apa kau tidak punya waktu untuk bercukur?" "Bulu halus tidak ada hubungannya dengan

