74. Meminjam Nama

1477 Kata

Stevan duduk di sebuah bangku taman di dekat komplek perumahan yang cukup besar. Melihat beberapa orang yang lewat, entah itu keluarga atau pasangan, atau seseorang yang sendirian seperti dirinya. Teh botol yang dia beli di minimarket seberang sudah tinggal setengah. Kalut membuatnya terus merasa haus. "Woy, Bule!" Seseorang memegang bahunya keras. Tanpa menoleh pun, dari tingkah dan suaranya Stevan sudah bisa menebak siapa gerangan manusia itu. "Udah lama lo?" tanya sosok itu, kemudian duduk di sisi Stevan yang masih menatap lurus ke depan. "Dari satu abad lalu, Bu. Lama bener lo, Lan," timpal Stevan, melirik singkat pada perempuan bergaun oranye pucat itu, kemudian kembali memusatkan atensi ke depan, entah ke mana. "Lebay!" Lana, wanita itu, mencibir sebal. "Ada apa by the way?" tanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN