94. Kegelapan

1623 Kata

Matahari baru saja tenggelam di ufuk cakrawala sana. Rumah besar Evelyn yang ditempatinya dengan beberapa pelayan tampak terang benderang di tengah kegelapan. Mewah dan cantik. Di dalamnya, sang pemilik dan si adik baru menyelesaikan makan malam dengan menu yang selalu mereka konsumsi ketika mendiang orang tua keduanya masih ada. "Setelah ini, kamu mau langsung tidur?" tanya Evelyn pada Pevita yang baru menyeruput jus mangga miliknya. Dari balik gelas yang masih berada di dekat mulut, Pevita mendelik. "Mentang-mentang aku sudah berhenti jadi aktris, Kakak mau nyuruh aku buncit?" dia menjawab skeptis, kemudian terkekeh singkat. "Tunggu sampai makanan aku tercerna," katanya lagi kemudian. Evelyn ikut terkekeh karenanya. "Masalahnya sekarang kamu nggak punya kesibukan apa pun, padahal sebe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN