“Jadi, ini ... malam pertama kita?” Agnes yakin, saat ini pipinya begitu merah. Oh, astaga, dia tidak tahu bahwa malam ini akhirnya tiba. Malam di mana ia akan menyerahkan segalanya pada Lucas. Malam di mana dia akan melepas kesuciannya dengan bangga pada pria satu-satunya yang berhak menyentuhnya. Rasanya, Agnes masih tidak percaya. Agnes mengangguk pelan, menjawab pertanyaan Lucas. Begitu malu dan gugup. Namun melihat senyum indah di wajah pria tinggi itu, kegugupannya berangsur menghilang. “Aku akan melakukannya dengan lembut dan hati-hati,” bisik Lucas. Lantas pria itu menarik tubuh Agnes menuju ranjang mereka—yang seolah sudah menanti kegiatan apa yang akan dilakukan oleh sepasang anak manusia itu. Bagaikan seorang anak kecil yang tak mengerti apa-apa, Agnes hanya manut pada setia

