86. Trauma

1888 Kata

"Mbak Yash!" Pevita melambaikan tangan saat melihat seorang wanita dengan setelan cukup elegan dan glamour keluar dari lift. Saat wanita itu menyadari keberadaannya, lekas Pevita melambaikan tangan dengan cengiran kecil yang manis, dan wanita itu berjalan ke arahnya dengan sebuah delik selidik yang dia layangkan. "Astaga lihat, siapa ini?" Yashinta menatap Pevita menelisik, lalu menggeleng kecil melihat penampilannya yang cukup berantakan. Tidak seperti Pevita yang biasanya, yang selalu berpenampilan menarik dengan baju bermerek, rambut bergaya, dan juga make-up yang mencolok. Perempuan itu, meski mengenakan potongan gaun sederhana yang sebenarnya cukup mahal, tetapi jelas gaun itu sudah kusut sebab dia gunakan sejak kemarin. Rambut lepek, wajah pucat tanpa make-up, dan ... sandal jepit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN