80. Menunggu

1548 Kata

Lana memperhatikan wajah Lucas yang tampak mengenaskan sore ini. Wajah yang pucat, kantung mata besar, bibir kering, rambut yang agak berantakan, dan juga bulu-bulu halus di sekitar rahang yang mungkin lupa dia cukur. Pemuda itu lebih dari kata kacau. "Lo udah persis mayat hidup," tandas Lana geleng-geleng kepala. Meraih minuman ringan yang disuguhkan Lucas di meja beberapa saat lalu dan meneguknya sedikit. "Berapa tahun lo gak makan, gak tidur, gak mandi, gak cukuran?" tanya Lana kemudian, memicing lekat pada sahabatnya itu. Lucas menyandarkan punggungnya di sofa yang tadi dipenuhi oleh baju-baju kotor yang tersampir, yang baru saja dienyahkan ke dalam keranjang begitu Lana datang. "Pertanyaan lo nggak penting semua, Stevlana," jawab pria itu malas. Benar kata Stevan, Lucas sungguh ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN