Setelah melewati masa-masa paling menegangkan selama proses persalinan, akhirnya suara tangis bayi pecah di dalam ruang persalinan, membuat Gara dan Jeffrey mengembuskan napas lega. Manusia seperti Jeffrey bahkan berlinang air mata ketika kehidupan yang dinanti-nanti selama sembilan bulan akhirnya tiba. Tidak ada yang bisa mendeskripsikan perasaan Jeffrey selama berjam-jam menanti. Khawatir Lana terlalu sakit, takut salah satu di antara dua nyawa yang dia cintai terenggut, dan khawatir segala hal yang diharapkan tak sesuai kenyataan. Namun semua penantian itu akhirnya membuahkan hasil yang baik, setelah beberapa saat kemudian seorang perawat keluar dengan sebuah bingkisan yang dipeluk. “Bayinya selamat, tidak ada kekurangan apa pun, dan sangat tampan seperti ayahnya.” Detik ketika perawa

