78. Jatuh Cinta Bukan Dosa

1579 Kata

Kafe tersebut bernuansa klasik tetapi elegan, meski tidak begitu besar dan mewah. Terletak di antara gedung-gedung perkantoran dan juga sebuah hotel tersohor di bilangan Jakarta Pusat, sehingga kerap kali dijadikan tempat meeting, untuk makan malam tim, atau untuk orang-orang kalangan atas. Wanita dengan rambut keriting yang dicepol rapi tampak duduk di salah satu meja. Meski tubuhnya cukup mungil, tetapi pakaian formal berkelas yang dikenakannya begitu pas melekat pada badan tersebut sehingga memperlihatkan liuk indah wanita dewasa. Kedua netra berwarna cokelat mudanya yang cantik tampak teduh, tetapi memancarkan kecemasan yang samar. "Eve! Maaf, aku agak terlambat. Kantor sedang sibuk-sibuknya karena Pemred baru begitu cerewet dan segala sesuatu harus selesai cepat dan juga sempurna."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN