Pelangi tahu perihal penyakit yang Irham derita. Gadis itu menangis sedih atas keadaan seseorang yang menjadi pacarnya tersebut. Sementara, Irham, yang wajahnya sudah begitu pucat sejak terakhir bertemu dengan Pelangi dua minggu lalu, hanya bisa menatap nanar padanya. Irham lantas mendekatkan diri pada sosok Pelangi. Mendekap tubuh yang sama-sama ringkih sepertinya. Mengelus belakang kepala Pelangi dengan lembut, berharap menyalurkan kekuatan. Keduanya tenggelam dalam sendu, dalam perasaan pilu yang begitu mengharukan di dalam pelukan panjang itu. "s**t, kenapa adegan pelukannya lama?" Di belakang kamera, di sisi para kru yang merekam adegan, Gara menggerutu. Sebelah tangannya yang memegang kertas mengepal kuat hingga kertas di genggamannya mengerut kusut. "Bukannya nggak enak naksir s

