"Thank you ya, Fin, udah jadi taksi online gue hari ini." Agnes tersenyum jenaka pada sosok Fino, yang duduk di balik kemudi mobilnya seraya mensedekapkan tangan di d**a. Gadis tersebut melepas sealtbet-nya dan melambaikan tangan pada teman kantornya kemudian turun dari kendaraan roda empat berwarna putih itu. "Lain kali tarifnya gue hitung per-KM, ya?" balas Fino, mengedipkan sebelah matanya genit. Agnes berdecak sebal. "Pelit!" tukasnya, memasang ekspresi kesal yang dilebih-lebihkan. "Namanya juga cari nafkah," gurau Fino kembali seraya terkekeh ringan. "Kalau gitu sopir taksi ini balik dulu, ya!" "Iya, hati-hati. Jangan meleng kalau lihat mantan!" Agnes terkekeh geli seraya menutup pintu mobil pria itu, membiarkan Fino bergegas pergi dari pekarangan rumahnya. Lagi pula tidak ada gu

