76. Alasan Sebenar-benarnya

2027 Kata

"Thank you ya, Fin, udah jadi taksi online gue hari ini." Agnes tersenyum jenaka pada sosok Fino, yang duduk di balik kemudi mobilnya seraya mensedekapkan tangan di d**a. Gadis tersebut melepas sealtbet-nya dan melambaikan tangan pada teman kantornya kemudian turun dari kendaraan roda empat berwarna putih itu. "Lain kali tarifnya gue hitung per-KM, ya?" balas Fino, mengedipkan sebelah matanya genit. Agnes berdecak sebal. "Pelit!" tukasnya, memasang ekspresi kesal yang dilebih-lebihkan. "Namanya juga cari nafkah," gurau Fino kembali seraya terkekeh ringan. "Kalau gitu sopir taksi ini balik dulu, ya!" "Iya, hati-hati. Jangan meleng kalau lihat mantan!" Agnes terkekeh geli seraya menutup pintu mobil pria itu, membiarkan Fino bergegas pergi dari pekarangan rumahnya. Lagi pula tidak ada gu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN