121. Karma Manis

2515 Kata

Tiga bulan kemudian... Agnes merasakan guncangan pelan di bahunya. Ketika membuka mata, dia mendapati Lucas yang duduk di sudut ranjang dengan sebuah nampan berisi semangkuk bubur dan juga segelas air putih. Agnes menarik napasnya dalam-dalam, mengisi paru-parunya dengan oksigen agar tidak begitu sesak dan pusing. Lucas meletakkan nampan tersebut di atas nakas dan membantu Agnes bangun. Selama beberapa hari ini Agnes memang sering mengeluh lemas dan pusing. Lalu tadi subuh, dia mengalami mual hebat sampai beberapa kali pergi ke toilet dan berakhir ambruk. Untung saja Lucas sigap membantu dan menjaganya. “Kamu makan dulu, ya, sedikit. Sebentar lagi kita pergi ke rumah sakit,” ujar Lucas lembut. Agnes menatapnya dengan sayu. “Kamu nggak ke restoran? Pegawai kamu baru resign kemarin, pasti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN