122. Intermezo - Gara Narendra

2392 Kata

Tiga tahun kemudian... Jakarta, Juni 2026 Studio itu hening seperti biasa. Hanya suara denting jarum jam yang bergerak konstan dan juga suara kuas yang bergesekkan dengan kanvas. Selebihnya, tidak terdengar suara apa pun lagi. Sementara seseorang yang duduk di depan kanvas putih dengan lukisan wanita cantik bergaun tosca yang tengah dia kerjakan sama sekali tidak pernah beranjak dari tempatnya sejak lima jam yang lalu. Sedangkan di luar, matahari mulai beranjak naik ke permukaan dan memancarkan sinar yang menghangatkan pagi. Benar, pria itu duduk di studio lukisnya sedari dini hari. Insomnia-nya yang kembali kambuh menuntun pria itu untuk datang dan duduk di sana. Mengurung diri dalam nostalgia yang tak pernah bisa dia hentikan. Suara gemerisik di dekat pintu akhirnya membuat pria itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN