"Ada apa kau mengundangku, Claire?” Andrea masuk dengan pandangan menyusuri kamar presidential suite yang sudah di dekor khusus untuk pasangan pengantin. Semerbak aroma mawar menguap harum memenuhi ruangan walau ia masih berada di ruang sofa. “Apa kalian mau memberi kejutan padaku?” “Kalian?” Dahi Claire berkerut. “No. Aku sendiri mengajakmu kesini karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu.” Ia terus berjalan memasuki kamar dan Andrea mengikuti dari belakang. Pria berambut coklat dan kedua rahangnya ditumbuhi bulu halus itu mengikuti Claire. “Bicara apa? Apa kau ingin memamerkan kemesraanmu bersama pria Asia itu?” Tuduh Andrea tak mengerti Claire mengajaknya ke dalam kamar dan membuatnya tercengang. “Mana dia?” Mencari sosok Deny didalam kamar itu namun ia tak melihat siapapun

