Pangeran Dar menatap calon pengawal pribadi putri Clarissa dengan pandangan menilai. "Siapa namamu?" "Laron Anterios Yang Mulia Pangeran," Laron menunduk hormat. Pangeran Dar mengelus dagu, dia menyipitkan mata saat memandangi wajah Laron. Wajahnya bersih, tidak seperti para pengawal lain yang terkesan agak terbakar sinar matahari karena sering ada di medan perang. "Apa keahlianmu?" "Saya ahli dalam bermain pedang Yang Mulia Pangeran," Laron menjawab dengan suara tegas terkesan dingin, tapi tidak melunturkan hormat di dalamnya. Pamgeran Dar mengangguk mengerti. Dia menatap beberapa berkas di depannya, lalu menatap Laron dan putri Clarissa dengan tatapan sedikit menyesal. "Saya tidak bisa mengetesmu sekarang karena masih banyak yang harus saya baca dan pahami, tapi lain waktu pasti s

