Dalam diam, Laron membelai lembut pipi Iloya yang terlihat pucat pasi. Dia bersyukur saat tahu kalau pangeran Dar tidak melakukan apapun pada Iloya. Dalam situasi sekarang, Laron tahu dia tidak bisa membawa Iloya pergi dengan berbagai alasan. "Iloya," laron kembali berbisik parau. Melihat Iloya yang tampak lemah seperti saat ini, hatinya gelisah menghawatirkan Iloya. Saat sedang menatap sendu Iloya, Laron dapat merasakan seseorang mendekat ke arah kamar Iloya. Laron melihat sekelilingnya yang tidak ada rempat cocok untuknya bersembunyi. Terpaksa dia harus melakukan sesuatu agar tidak ketahuan telah menyelinap masuk ke dalam kamar Iloya yang penuh dengan penjagaan. Kunci sudah terputar, tinggal menunggu pintu terbuka. Saat pintu terbuka, pangeran Dar datang dengan dua orang pelayan yang

