Bab 20 Godaan malam pertama

1055 Kata

"A-apa?" Mata Iloya melotot sempurna. Rainer makin melebarkan seringaiannya. "Saya bercanda." Entah alasan apa mendadak Rainer berucap jahil begitu, tapi benar itu sama sekali tidak ada lucu-lucunya, yang ada malah horor di mata Iloya. Entah dia yang selera humornya payah, atau memang cara Rainer bercanda yang kelewat serius. Pokonya saat ini Iloya merasa ada ancaman yang siap menerkamnya kapanpun. Iloya beringsut menjauhi Rainer sampai tubuhnya ada di sisi kasur lainnya. Iloya nyengir saat Rainer menatapnya malas. Maaf saja pak serigala, saya masih ingin jadi perawan. Iloya berkata internal. Rainer menjadikan ridurnya berubah terlentang melihat langit-langit kamar. Dia tahu sebentar lagi bulan purnama akan sempurna, jadi dia hanya bisa menunggu waktu sampai dia benar-benar kehilangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN