Iloya yang mendapat kesempatan kabur dari Allard segera menggulingkan diri ke samping sehingga dia dapat teelepas dari kukungan Allard yang memang sedang lengah. Iloya merapikan kembali gaunnya yang sedikit kusut akibat perbuatan Allard tadi. Entah hanya main-main atau sungguhan, Iloya tidak peduli itu. Yang terpenting baginya saat ini adalah dia bisa bebas dan tidak jadi diterkam Allard. Allard berdiri dan menggeram marah pada seseorang yang kini masih terdiam kaku di ambang pintu dengan wajah pucat pasi. Mata peraknya memancarkan hawa membunuh yangcsangat kuat sehingga membuat orang yang ada pada pandangannya saat ini serasa tercekik dan tidak bisa bernapas. "Siapa yang menyuruhmu membanting pintu itu?" Allard berucap dingin diselimuti kemarahan yang kuat. "Ra-rainer...," "DIAM!"

