Iloya mengerjap. Benar, kenapa dia tidak kepikiran samlai ke sana. Setelah kejadian dia menelan darah milik Rainer, Iloya tidak pernah merasa takut lagi pada darah. Ini jelas keajaiban. Iloya bersorak gembira. "Iya, ya. Saya baru menyadarinya. Kenpa bisa seperti itu? Kejadiannya bermula dari saat saya menelan darah milikmu. Apa itu ada hubuangannya?" Iloya mendongak menatap Rainer yang lebih tinggi daronya. Rainer tersenyum menyebalkan, "jelas ada. Saya ini terlahir hebat. Bahkan hanya darah, sudah dapat menetralisir racun. Apa kamu merasa sangat beruntung bisa menjadi istri dari saya?" Iloya mencibir pelan, 'dasar narsis'. Rainer kembali melihat sekelilingnya. Dia tidak bisa tenang sebelum sampai di istana bagsa serigala walau keadaan sekelilingnya tenang. "Sebaiknya kita cepat perg

