"Pangeran Dar," Iloya berucap bahagia. Dia bersyukur karena itu bukan Rainer. Senyumnya merekah dengan lengkungan mata yang membentuk bulan sabit. "Kamu terlihat kaget, apa saya mengejutkanmu?" Pangeran Dar tersenyum manis. Mata merahnya menatap Iloya lembut. Iloya menggeleng takjub, pantas saja Mariana dulu begitu tergila-gila pada pangeran vampir ini. Sudah ganteng, baik, murah senyum, pokonya pangeran Dar adalah paket kumplit untuk ukuran seorang laki-laki idaman yang cocok dijadiakan next imam di masa depan. Kalau pangeran Dar lebih cocok disebut ketampanan protagonis, lemah lembut dan terlihat penyayang, maka Rainer adalah ketampanan antagonis, seksi sekaligus menggoda. Tak bisa ia pungkiri kalau Rainer menang dari pangeran Dar. Kebanyakan perempuan memang lebih menyukai laki-la

