Seketika susana ruangan menjadi penuh dengan aura dingin dan mencekam. Yakuya sendiri sampai tidak bisa berkata apa-apa saat menatap pupil mata Rainer yang berubah-ubah dengan jangka waktu yang cepat pertanda emosi dalam kemarahan besar diri Rainer. Yakuya hanya bisa menutup mata saat kedua pelayan pribadi Iloya menggelepar seperti kejang-kejang dan menggaruk tenggorokannya sendiri seperti orang yang tengah mengais napas. Ini yang dia takutkan saat kebangkitan kekuatan Rainer yang begitu besar, hanya dengan pandangan matanya saja dia sudah mampuh membuat lawannya tak berkutik. "Bodoh! Apa saja yang kalian lakukan sehingga Iloya pergi? Bukankah saat itu saya sudah menekan kan kalau kalian tidak boleh melakukan kesalahan sekali lagi, kenapa kalian masih ceroboh?" Suara Rainer menggelegar

