Bab 32. Menghilangnya Iloya

1033 Kata

"Nama sendiri?" Rainer menaikan satu alisnya, "saya Rainer van Alterion, apa nama itu tidak cukup jelas untukmu?" Iloya memundurkan kursinya saat Rainer berdiri. Terlalu tergesa memundurkan kursi, Ikoya hampir terjengkang kalau satu tangan Rainer tidak terulur untuk menahan bobot kursi agar tidak terjatuh. Rainer menyeringai saat melihat wajah pucat Iloya. "Te-terima kasih." Iloya berdiri, kakinya melangkah mundur secara perlahan. Mata berwarna merah Rainer berkilat, "hayo~ mau kabur." "Ho ho, mana ada. Saya hanya mau-" Iloya melirik anggur di ujung meja. Berlari dia menghampirinya. "Mau anggur ini." Iloya nyengir sambil mengacungkan anggur yang baru saja diambilnya ke depan. Rainer melipat tangan di depan d**a. Senyum geli terukir di bibirnya. "Ya, silahkan makan. Makanlah dengan b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN