Bab 31. Darah vampir Rainer

1026 Kata

"Kamu... Allard?" Iloya menyipitkan matanya untuk lebih jelas lagi menatap manik laki-laki di depannya. Dia menggelengkan sebentar kepalanya saat merasa ada perubahan acak pada mata itu. "Matamu kenapa bercampur warna begitu?" Warna mata Rainer semakin bercampur. Mata itu seolah diaduk dan menjadi satu dengan satu warna dari gabungan beberapa warna lainnya. Iloya menjauhkan badannya saat menyadari ada taring yang mencuat dari mulut Rainer. "Ka-kamu bertaring." Iloya melihat kanan kirinya, belakang depan mencari seseorang yang bisa dia mintai tolong bila Rainer berbuat macam-macam padanya. Sekarang dia benar-benar takut pada sosok di depannya. Tidak seperti Allard, walaupun terlihat beringas dan tak terkendali atau seperti Rainer yang terlihat masa bodo, cuek, dan suka menghoda, laki-l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN